Opini : Cuti Melahirkan

Iklan

Untuk Buah Hatiku

Dear my lovely son, Muhammad Iyas, nama yang sudah dipersiapkan bahkan ketika kamu belum ada dalam rahim ami.
Iyas sayang, ami adalah panggilan kesayangan kita ketika iyas masih di dalam perut ami. Biarkan saja hingga hari ini itu menjadi panggilan sayang kita, iyas dan ami.
22 Juli lalu, lendir darah itu keluar di pagi hari. Ami tegang tapi ami seneng sebentar lagi akan ketemu iyas. Ami senyum2 di dalam kamar mandi sambil mandi air hangat karena anak pertama ami akan segera keluar.
Iyas sayang, melahirkan itu ternyata sakit sekali nak, apalagi kita berdua harus berjuang dalam perjalanan grogot balikapapan yang jauh jaraknya.
Ami menahan rasa sakit itu di dalam ambulan yang sangat tidak nyaman tapi ami tau iyas juga sedang berjuang.

Iyasku, ami tau iyas sudah sangat berusaha untuk mencari jalan lahir itu, kita sudah sama2 berjuang sayang, ami tau iyas anak yang sangat tenang dalam kondisi yang sulit itu jantung iyas masih sangat stabil. Pada akhirnya iyas memilih untuk keluar lewat perut ami, gpp sayang, yg penting iyas sehat selamat, ami sudah mengikhlaskan semua prosesnya.
Anakku, ami masih sangat ingat pertama kali kita berjumpa, 3 hari setelah iyas lahir. Ami sebenarnya ingin sekali liat iyas segera setelah diangkat dari perut ami, pengen segera liat wajah iyas. Tapi dokter bilang iyas pertumbuhannya terhambat karena beratnya cuma 2,3 kg. Jadi iyas harus masuk nicu, ami cuma mau iyas sehat.
Iyas ingat kan ami datangin iyas malam itu, ami belum kuat berjalan Tapi ami udah kangen banget sama iyas.
Waktu ami dtg iyas di dalam inkubator, iyas nda pake baju, iyas sendirian nda ditemenin ami sama abii, ndapapa kan sayang? Maafin ami sama abi ya baru bisa temuin iyas, iyas juga kangen kan ?
Iyas buka mata, iyas mungil, iyas ganteng, rambut iyas lebat, iyas tunggu ami datang kan?
Iyas kenceng bgt nenen sama ami, iyas pasti kangen ami juga kan.
Iyas anak yang kuat, walaupun banyak peralatan dibadan iyas. Iyas pejuang, iyas hebat, ami sayang iyas.
Malam itu iyas langsung pindah ke ruang bayi, iyas pasti pengen cepet keluar rumah sakit kan. Ami jga sayang. Kita sama2 berjuang sayang.
Perjuangan iyas gk sampai disitu, iyas harus di fototerapi, ami nangis ami sedih biar ami aja yg gantiin iyas.
Tapi iyas hebat iyas nda cengeng iyas anteng sekalipun banyak kena jarum suntik. Makasih sayang sudah jadi anak yang baik.
Akhirnya hari ini kita dirumah, bisa kasih iyas susu sesuka iyas, gk kaya di rumah sakit, gk nyaman sayang, kaki ami sampai bengkak harus jalan keruangan iyas di saat perut ami masih terasa sakit, tidur di lesehan yang dingin. Tapi itu sudah lewat, hari ini ami bisa sayangin iyas sepanjang waktu.

Iyas buah cintanya ami sama abi, iyas harapan yang ami abi tunggu tunggu selama 4 bulan pernikahan, iyas yang pertama mengajarkan banyak hal ke ami sama abi. Masa depan yang indah dan kebaikan akhirat yang kami perjuangkan buat iyas.
Makasih sudah menjadi titipan Allah yang lucu, sehat dan tenang. Jadilah anak yang berbakti,
Jadilah hamba yang taat kepada Allah, berikan mahkota untuk ami sama abi. Semoga ami abi bisa menjadi orang tua yang baik buat iyas.

Catatan ini hanya untuk memberi tau bahwa ami sayang sekali sama iyas. Mungkin suatu hari nanti iyas sudah bisa baca, atau ami udah gk ada. Ini menjadi kenangan buat iyas.

Anak ami, muhammad iyas, tempat ami abi belajar banyak hal baru, tempat ami belajar berjuang, sabar yang tiaada henti, rasa syukur serta berpasrah pada semua yg Allah tetapkan.

Salam sayang, amimu
Yuni kurnia

Tanah grogot 25 agustus 2018

Perjuangan melahirkan (pembukaan 10, section caesarian dan NICU)

Alhamdulillahirobbal’alamin atas segala nikmat yang Allah berikan kepada hamba. Anak ku lahir dengan selamat, sempurna semuanya pada tanggal 22 Juli 2018. Alhamdulillah

Proses melahirkan merupakan proses yang sangat sakral dan penuh perjuangan. Mempertaruhkan kematian dan kehidupan yg tepat sama sama berada di depan mata. Tentang rasa sakitnya jangan ditanya, sangking sakitnya aku tak biiisa menceritakan dan menyamakan dengan kesakitan manapun yang pernah aku rasakan, aku dengar, aku lihat secara nyata. Aku tak akan mampu ceritakan pada siapapun ttg rasa sakit itu. 

Terlebih cerita persalinan yg aku alami, persalinan yang penuh kejutan disana sini diluar rencana yang telah tersusun rapi. Disinilah aku menyadari arti kata “kita punya rencana Allah lah yang berkehendak”

Tidak pernah membayangkan akan punya proses persalinan mencapai pembukaan 10 dan setelahnya berakhir di meja operasi. Anakku harus dirawat di nicu dengan beberapa alasan. 

Menjalani proses paska operasi dengan dipisah dengan anak yang dikandung selama 9 bulan, mengunjunginya dengan kursi roda dan tergopoh gopoh menahan perihnya robekan yang belum benar kering di perut, berjalan ke kaca inkubator karena dilarang memakai kursi roda. 

Melihat pertama kali buah hati tanpa menyentuhnya karena sedang terpasang alat disana sini.

Beberapa lama menunggu di dalam ruangan akhirnya bisa menyusui secara langsung yang sebelumnya harus memompa asi untuk diberikan. Setelah menyusui lama sekali, tanpa bingung puting, tanpa susah dia lahap dan akhirnya di pindah ke ruang bayi. Betapa bahagianya tidak menyangka estimasi waktu yg dikira akan di rawat di nicu hingga 10 hari terakselerasi menjadi 3 hari saja. Alhamdulillah. Kalo ibu dan anak semangat semua akan menjadi cepat sehat kembali. Insyallah.

Jauh hari sudah ngobrol bareng suami kalo dia bakal ada di saat melahirkan, membaca buku dan artikel2 tentang pendamping presalinan juga sudah dia lakukan, pijat laktasi di usia 8 bulan pun berhasil dilakukan bersama suami. Rencana tinggal rencana, di usia 9 bulan kandungan kami harus menjalani LDR, karena pekerjaan suami. Lemas sekali rasanya menjalani masa akhir kehamilan tanpa suami, tidak bisa membayangkam rencana akan melhairkan bersama pupus sudah. Kadang menangis tersedu bagai anak2 di depan mama pun tak terelakkan. Mama kadang ikut menangis melihat aku menangis, tapi perlahan menguatkan, suami tidak ada bukan sedang bermain main tapi sedang mencari nafkah untukku dan calon buah hatiku. Aku coba menenangkan diri, mencoba bersikap biasa dan menyibukkan diri membersihkan rumah, tapi tak bisa dibohongi, di minggu terakhir kotrol kehamilan tensiku naik drastis, tak ada riwayat hipertensi sedikitpun begitupun mama bapa yg memiliki darah rendah. Mungkin ini juga menjadi satu alasan pada akhirnya aku menjalani operasi sesar. 

Bersyukurlah masih ada orang tua yang sangat peduli dan sayang menenami jalannya persalinan meski memang berharap bersama suami itu masih cukup besar, tapi apalah daya. Aku yakin diapun bukan tidak mau menemani, dia sangat ingin membersamaiku menjalani persalinan. Tapi, bayangan bayangan tentang jika tidak didampingi suami , dia tidak akan paham tentang sakitnya tentang perjuangan melahirkan anaknya tidak mengahargaiku sebagai seorang perempuan terus terlintas dikepalaku. Rasanya aku ingin dia benar2 tau prosesnya. Sampai di suatu titik pasca melahirkan aku bilang ke mama “mama nanti ceritain ya ke suamiku ya kalo kmren prosesnya kaya gini biar dia tau”. Mendengar itu bapa langsung bilang “sudah gk usah membebani dia dengan cerita yang susah susah, semua sudah dijalani, dia mendoakan disana, disetiap hembusan nafasnya itu mendoakan  kamu dan anakmu” setelah itu aku langsung tersadar mungkin setiap doa yang di untai suami yg jauh disana yg membuat semua menjadi baik2 saja hari ini. “Makasih sayang”

Sampai hari ini kami masih LDR, dengan cinta dan kasih sayang yg tiada berkurang, ditambah kebahgaiaan yg tak terkira mempunyai seorang anak laki2 yg sehat dan akan kami rawat dan jaga dengan cinta dan kasih sayang yg kami miliki. 

Tiada beda perjuangan ibu yg melahirkan normal dan sc, pun aku merasakan kontraksi hingga pembukaan lengkap merasakan juga proses penyembuhan luka operasi sesar yg cukup lama. Seemua berjuang demi kehidupan sang buah hati. 

Salam cinta ,

Ibunda dari si ganteng muhammad iyas

Menikah tanpa make up

Assalamu’alaikum7F28A788-7081-4B13-9121-D2C8758F86A7

Ini adalah potret resepsi pernikahan kami.
Kami menikah 4 bulan yg lalu dengan prosesi yg sederhana, jika diliat itu saya tidak memakai make up, hanya menggunakan bedak bayi. Suami saya pakai jas pinjaman bapa, hehe. Alhamdulillah hari itu berjalan dengan lancar.

Kami melangsungkan akad nikahpun sederhana, di masjid dan disaksikan oleh kerabat dekat. Semua berlangsung khidmat dan menyenangkan. Sebelum menikah dia menanyakan ingin mahar apa ? Saya bilang “semampumu saja”. Alhamdulillah dia berikan mahar sebesar 250ribu rupiah.

Tidak ada pesta mewah, izin dari bapa agar aku menikah dengan dia dan perjuangan dia mendatangi orang tuaku sdh lebih dari cukup.

Sewaktu dia berniat menikah denganku dia sedang tidak memiliki pekerjaan, tapi bapak dan mama tidak menpermasalahkan itu. Melihat sikap dia bapa langsung setuju dan memastikan serta meyakinkan aku akan bahagia hidup dengan lelaki sepertinya, nasihat itu bapak berikan beberapa malam menjelang pernikahan.

Setelah menikah kami diberikan rezeki untuk bulan madu hehe “uangnya dari mana ?” Alhamdulillah kami punya Allah yg begitu baik memberikan rezeki yg tidak disangka-sangka. Dua hari dari pulang perjalanan itu suami langsung mendapatkan pekerjaan. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.

Selama 4 bulan menikah saya semakin yakin pada janji Allah bahwa setelah menikah rezeki akan terus bertambah, semakin yakin bahwa baik buruknya kita, akan menentukan siapa jodoh kita. Perhitungan Allah dengan siapa kita akan berpasangan sangat sesuai dengan jati diri kita.

Sejauh apapun kamu jika kamu bejodoh maka Allah akan pertemukan dengan caranya, sedekat apapun kamu jika tidak berjodoh akan dijauhkan bagaimanapun caranya.

Sebelum menikah saya selalu berdoa untuk dipertemukan dengan jodoh pada waktu yg tepat, cara yg tepat dan orang yg tepat. Selalu seperti itu. Sekali saya pernah menyebut nama seorang lelaki untuk ditunjukkan apa benar dia jodoh saya, malu-malu bergetar menyebut namanya kala berdoa dihadapan-Nya. Alhamdulillah satu-satunya lelaki yg saya sebut namanya dalam doa saya itu adalah yg hari ini menjadi suami saya.

Alhamdulillah

Bintang

Bintang pun enggan menampakkan diri malam ini. Padahal ada pesan yang ingin kusampaikan padanya. Tentang rasa yang begitu dalam pada dia yang nun jauh disana. Ada rindu yang tak terperi mendera. Entah sampai kapan ku sanggup menahan semua ini. Bintang, tampakkan dirimu, aku ingin bilang, aku rindu, sungguh!

Pengangguran

Assalamu’alaikum..

Udah sekitar tiga bulan gk ngepost tulisan apa-apa dan selama tiga bulan itu juga hidupku berubah dari status “pengguran” menjadi pekerja. Gitu ya kalo udah kerja apalagi masih baru jadi sok sibuk. hehe

Aku lagi penat banget sama banyaknya kerjaan yang harus aku selesain. Jadi aku lari kesini aja. Sebenernya bingung juga mau cerita apa ? pokonya mau nulis aja. Kita bahas apa ya ? Hmm.. – Continue Reading->

Mengajar

Memiliki hobi yang dibayar, siapa yang tidak mau ? Melakukan sesuatu yang sangat kita sukai  kemudian mendapatkan rupiah dari sana adalah hal yang sangat menyenangkan. Tidak sedikit cerita tentang orang-orang yang tertekan dengan pekerjaannya, orang-orang yang tidak menikmati pekerjaanya tapi hanya dari situlah mendapatkan uang untuk melanjutkan hidupnya. Ada juga yang berpikir realistis dengan berusaha menyukai pekerjaannya (walaupun pada dasarnya tidak sama sekali) tapi hanya dengan begitulah dia mampu menikmati apa yang dia lakukan setiap hari. -Continue Reading->

Terimakasih Blog

Hari ini sudah 18 bulan mainin blog. Dapat pemberitahuan dari wordpress kalau pengikutnya udah 100 aja, alhamdulillah makasih ya udah rela follow blogku. Ukuran 100 buatku udah banyak, ya ampun #terharu. Secara aku jarang banget update, tulisan gk berkonten dan isinya belum bermutu. Ini blog pertama yang aku urus, gk pernah melanglang buana di tempat lain. Pokonya awalnya gk ngerti, nulis-nulis aja sekenanya, copy paste tulisan-tulisanku yang tersimpan di document. Gk punya pengikut dan gk ada yang baca, hehe. Tapi eh lama-lama cocok ya dijalanin (jalanin ?). Kalau emang lagi gk ada yang ditulis, kerjaanku blog walking, baca-bacain tulisan temen bloger yang lain. -Continue Reading->

Kapan Nikah?

Sebetulnya aku gk terlalu mikirin masalah ini, santai aja. Karena sudah terlalu sering ditanya sama mama apalagi waktu awal lulus kuliah, jadi sudah batu, gk bawa perasaan lagi. Tapi belakangan ini banyak banget undangan pernikahan dari temen maupun keluarga dan disetiap datang undangan berarti siap dengan pertanyaan “kamu kapan?”. Sangking seringnya di tanya aku selalu jawab “minggu depan” “nanti tanggal 16” “akhir tahun doain ya”. Jawaban yang dijawab serius atau gk sama aja. Hehe. Anggap aja doa. Emang pertanyaan kaya gitu harus ya. Walaupun bercanda tapi kayanya masih banyak pertanyaan yang bisa diajukan. -Continue Reading->

Cerbung – Hujan (Part 1)

Gemericik hujan saut menyaut diatas atap malam ini, Anggi meringkuk lagi di dalam selimut jingga kesayangannya. Dalam setengah tidurnya, handphone yang dia letakkan di bawah bantalnya bergetar.

“Halo” Anggi menjawab malas. Suara hujan diluar kamarnya terdengar semakin merdu membuatnya ingin terus tertidur.

“Halo kaka, aku mau cerita nih” Suara cempreng dari Indi adiknya terdengar mengacaukan melodi hujan yang disukainya, tak sabar Anggi ingin menutup telpon dari adik kesayangannya itu. -Continue Reading->